Legislator Golkar Asal Sultra Minta Pariwisata Wakatobi Ditunjang Infrastruktur


Kabupaten Wakatobi di Provinsi Sulawesi Tenggara, memiliki potensi wisata bawah laut yang luar biasa. Dengan slogan “Surga Bawah Laut”, Wakatobi saat ini tengah dicanangkan sebagai salah satu dari 10 destinasi wisata Indonesia. Untuk mewujudkan itu, Wakatobi masih memerlukan pembenahan dibidang infrastruktur penunjang.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi V DPR RI asal Sulawesi Tenggara, Ridwan Bae usai melakukan kunjungan spesifik di Kabupaten Wakatobi bersama rombongan Komisi V serta pejabat tinggi Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu. Menurutnya, apa yang menjadi cita-cita dan harapan Presiden Joko Widodo dalam rangka menciptakan 10 Bali baru belum berjalan dengan sempurna.

“Di pikiran saya Wakatobi masuk 10 destinasi wisata Indonesia. Setahu saya, Wakatobi itu indah pantainya, indah beritanya tapi tidak ditunjang dengan infrastruktur disana. Jangan sampai Menteri Pariwisata hanya mengenakkan telinga presiden. Saya buktikan bahwa disana masih membutuhkan perhatian semua pihak,” kata Ridwan Bae saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (20/3/2018).

Selain infrastruktur, sejumlah fasilitas untuk menampung para wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara belum memadai. Begitu juga dengan potensi budaya serta kuliner yang dapat disajikan kepada wisatawan juga belum maksimal.

“Disana ada musim ombak dan teduh. Kalau teduh wisatawan agak gampang aksesnya. Tapi kalau musim ombak tidak bisa kemana-mana. Ditambah lagi fasilitas hotel, kuliner dan budaya yang belum maksimal,” tambah Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Tenggara itu.

Terlebih lagi, potensi yang bisa dijual oleh pemerintah bukan hanya tertuju disatu titik saja. Seperti diketahui, Wakatobi terdiri dari gugusan empat pulau, Wanci, Kaledupa, Tomia dan Binongko. Dari keempat pulau ini dibutuhkan jalur penghubung sehingga memudahkan akses antara satu pulau dan pulau lainnya.

“Jadi secara umum infrastruktur belum ada yang menghubungkan 4 pulau ini. Akhirnya kita sepakat khusus Komisi V ingin memberikan perhatian khusus. Sehingga yang diutus Kementerian Perhubungan semua Direkturnya ikut. Sepanjang keuangan negara kita bagus 2019 akan dilakukan pembangunan pelabuhan ferry untuk menghubungkan 4 pulau ini,” ujarnya.

Selain itu, Ridwan juga membeberkan terkait dengan adanya usulan Bupati Wakatobi, Arhawi terkait dengan pembangunan jembatan penghubung antara Pulau Wangi-Wangi dan Kapota. Begitu juga dengan usulan perpanjangan runway atau landasan pacu Bandara Matahora yang awalnya 2.000 meter menjadi 2.500 meter. “Ini juga perlu diperhatikan sehingga nantinya pesawat-pesawat besar bisa mendarat,” katanya.

Ridwan menilai pariwisata yang dimiliki oleh Wakatobi sudah sangat bagus. Hanya saja kembali lagi perlu ditunjang dengan adanya infrastruktur yang memadai untuk memudahkan para wisatawan yang datang berkunjung. “Saya minta kepada Kemenpar jangan hanya memberikan informasi bagus saja ke Presiden, di Wakatobi pariwisatanya layak cuma belum ditunjang dengan infrastruktur,” sindirnya.

Sebagai mantan Kepala Daerah selama 2 periode di Kabupaten Muna, Ridwan Bae mengkalkulasikan berapa banyak anggaran yang harus digelontorkan untuk Wakatobi dalam rangka menunjang pariwisata yang ada. Secara menyeluruh, Wakatobi masih harus disentuh anggaran sekitar Rp. 3 triliun sampai Rp. 5 triliun.

“Menurut saya anggaran tersebut sebanding dengan nama baik Indonesia. Dan itu tidak terlalu lama kembali jika pemerintah inisiatif mengambil langkah. Karena memang di Wakatobi itu indah, cuma belum ditunjang dengan infrastruktur,” tegasnya.

Sumber: Bakubae.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fadel Muhammad Perkirakan Potensi Bisnis Indonesia-Iran Capai USD 2-3 Miliar

Anggota DPR Dari Golkar Ini Minta Anak Muda Tak Lagi Bercita-cita Jadi PNS

Politisi Golkar Ini Sukses Naikkan Reputasi Gorontalo Semasa Jabat Gubernur