Pasca Gizi Buruk, Kemensos Akan Bentuk Kampung Siaga Bencana Di Asmat


Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham mengatakan pemerintah telah menyiapkan program berkelanjutan setelah status kasus kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk dan campak yang terjadi di Kabupaten Asmat, Papua dinyatakan dicabut.

“Setelah status KLB campak dan gizi buruk dinyatakan dicabut, maka yang dipikirkan adalah bagaimana mengimplementasikan langkah-langkah penanganan dalam bentuk program yang berkelanjutan,” kata Idrus Marham saat ditemui usai rapat koordinasi (rakor) di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Senin (19/2/2018).

Ketua DPP Partai Golkar ini mengatakan, langkah-langkah dalam bentuk program-program nyata yang berkelanjutan dari pemerintah tersebut dilakukan agar penanganan pasca-KLB gizi buruk dan campak di Asmat, Papua dapat mencegah kejadian tersebut berulang di masa depan.

Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyiagakan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan membentuk tim pendamping sebanyak 46 orang dalam rangka mendukung penyaluran bantuan program keluarga harapan (PKH) dan beras sejahtera (rastra).

“Kemensos juga membentuk Kampung Siaga Bencana (KSB), dan diharapkan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Ibu Puan Maharani, memiliki kesempatan untuk meresmikan semua ini sebagai komitmen pemerintah untuk menangani Asmat pasca KLB gizi buruk dan campak dengan berkesinambungan,” kata Idrus Marham.

Kemensos juga turut berperan dalam mempersiapkan kunjungan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani ke Kabupaten Asmat pada Rabu besok, 21 Februari 2018. Kunjungan Menko PMK Puan Maharani akan didampingi sejumlah menteri Kabinet Kerja yang hendak mengunjungi Asmat pasca KLB gizi buruk dan campak.

“Kami mempersiapkan keberangkatan Menko Puan Maharani dan beberapa menteri ke Asmat karena memang komitmen pemerintah ini bahwa langkah-langkah penanganan terhadap Asmat ini terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan,” ucap politisi kelahiran Pinrang, Sulawesi Selatan ini.

Kejadian Luar Biasa (KLB) gizi buruk dan campak di Asmat, Papua menyebabkan 7000 orang terindikasi menderita campak, 300 anak dirawat jalan, 175 orang dirawat inap, dan 67 orang meninggal dunia. Status KLB ditetapkan pada tanggal 15 Januari 2018 dan berakhir tanggal 5 Februari 2018 setelah diumumkan Bupati Asmat Elisa Kambu.

Idrus Marham sendiri dilantik menjadi Menteri Sosial oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 17 Januari 2018, kemudian langsung bergerak cepat menangani KLB gizi buruk dan campak di Asmat.

Sumber: Bakubae.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fadel Muhammad Perkirakan Potensi Bisnis Indonesia-Iran Capai USD 2-3 Miliar

Anggota DPR Dari Golkar Ini Minta Anak Muda Tak Lagi Bercita-cita Jadi PNS

Politisi Golkar Ini Sukses Naikkan Reputasi Gorontalo Semasa Jabat Gubernur