Dapat Gelar Doktor HC, Ini Pidato Wapres JK Tentang Perdamaian
Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) mengatakan, menjaga perdamaian merupakan salah satu kunci untuk memajukan negara. Hal tersebut dikatakan Wapres JK setelah menerima gelar Doktor Honoris Causa (DHC) di bidang perdamaian yang diberikan langsung oleh Rektor Universitas Hiroshima Mitsuo Ochi di Higashi Hiroshima Campus I-3-2 Kagamayama, Higashi, Hiroshima-Shi, Universitas Hiroshima, Rabu (21/2/2018) waktu setempat.
“Karena perdamaian adalah suatu unsur untuk mencapai kesejahteraan suatu bangsa,” kata Wapres JK di Higashi Hiroshima Campus Kagamayama, Higashi Hiroshima-Shi Universitas Hiroshima, Rabu (21/2/2018).
Jusuf Kalla menjelaskan, setiap konflik di masa lalu dan kini dapat menimbulkan kehancuran serta kemiskinan suatu bangsa. Oleh karena itu, kata JK, Indonesia selalu mengatasi konflik dengan cara melakukan pendekatan. “Indonesia selalu berupaya mencegah perang untuk mencapai perdamaian,” tegasnya.
JK juga mengingatkan, paradigma perdamaian harus diubah. Ketua Umum DPP Golkar periode 2004-2009 ini menegaskan, perdamaian bukan dilakukan dengan cara kekerasan, namun harus percaya keadilan akan ditegakkan. “keadilan ditegakkan, persamaan hak dijamin, kebebasan dipelihara, kemakmuran dicapai, toleransi jadi praktek sehari-hari, hak asasi manusia (HAM), demokrasi dan lingkungan terpelihara. Inilah caranya kita melihat, memercayai, dan mempraktekkan perdamaian hari ini,” kata JK.
JK teringat tragedi bom atom Hiroshima. Dia mengatakan perang dan konflik selalu merugikan banyak pihak. Salah satunya Jepang, negara yang memiliki sejarah yang tidak bisa dilupakan yaitu dijatuhkannya bom atom yang menghancurkan kota Hiroshima pada 6 Agustus 1945. “Untuk pertama kalinya dalam sejarah umat manusia, kita memiliki senjata mematikan yang dapat memusnahkan umat manusia dan peradaban,” ungkap JK.
Walaupun sudah berlangsung lama. Ingatan buruk akan tetap melekat. Dia mengatakan sejarah tidak dapat menghapus tragedi kemanusiaan. “Kita semua mengutuk dan tidak pernah menyetujui hal tersebut. Tidak mungkin untuk melupakannya. Saya telah mengalami berbagai peristiwa bersejarah dalam hidup saya, tragedi Hiroshima dan Nagasaki adalah yang paling mengerikan,” kata JK.
Dalam pemberian gelar tersebut dihadiri istri Jusuf Kalla, Mufidah Jusuf Kalla, terlihat juga Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Abdul Hamid Awaluddin, Utusan Khusus RI untuk Jepang Rahmat Gobel, Duta Besar RI untuk Jepang Arifin Tasrif, Muhamad Luthfi Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar, Tim Ahli Wapres Sofjan Wanandi.
Sumber: Bakubae.com

Komentar
Posting Komentar