Gubernur SYL Ungkap Sumbangsih Kedatuan Luwu Pada Indonesia dan Mancanegara


Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) hadir pada acara peringatan Hari Jadi Luwu ke-750 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu Ke-72 yang tahun 2018 ini dipusatkan di Lapangan Taman Siswa (Tamsis), Masamba, Luwu Utara, Rabu (24/1/2018).

Pada kesempatan tersebut, Gubernur SYL mengajak masyarakat untuk meneladani nilai dan semangat juang dari para pejuang pendahulu. Serta kembali mengenang sosok seorang raja sekaligus seorang pemimpin yang memiliki semangat nasional yang tinggi, mendiang Datu Luwu Andi Jemma.

Peran perjuangan rakyat Luwu pada Republik Indonesia begitu besar, dan Andi Djemma sedemikian tegas dan tulus menyatakan sikap kedatuan Luwu berdiri di belakang Proklamasi dan menjadi bagian dari Republik Indonesia.

Oleh karena itu yang esensi adalah dalam setiap momen bersejarah ini, mencontoh kepeloporan para pejuang dan pemimpin masa lalu dan bangga terhadap apa yang telah dicapai oleh mereka.

“Demikian juga dengan saya. Mungkin ini karena ayah saya, HM Yasin Limpo tidak pernah berpisah dengan Andi Djemma, kalau begitu ini bagian dari perayaan adalah kita diajak menghadirkan kebesaran Luwu,” kata Gubernur Syahrul Yasin Limpo.

Hari jadi ke-750 Kedatuan Luwu menjadi kristalisasi dari apa yang ada di masa lalu untuk dihadirkan hari ini oleh generasi mendatang. Kerajaan Luwu juga memiliki peran penting di masa lalu yang juga mewarnai kehidupan masyarakat Sulsel saat ini.

“Di Luwu, syiar Islam pertama kali dihadirkan di kawasan timur Indonesia, kerajaan dan kedatuan Luwu menghadirkan kerajaan lain di Sulsel seperti kerajaan Gowa, Kerajaan Bone dan Kerajaan Soppeng. Kitab La Galigo juga menjadi warisan dunia,” urai Syahrul Yasin Limpo.

Selain itu, Ia juga menjelasakan begitu banyak sumbangan Kedatuan Luwu bukan hanya untuk Sulsel dan Indonesia tetapi di mancanegara. Dari catatnya terdapat delapan kesultanan di Malaysia memiliki darah keturunan Luwu, Thailand, dan Filipina juga memiliki pimpinan keturunan Luwu.

Baginya arti pahlawan dalam konteks saat ini adalah mereka yang melakukan sesuatu yang lebih dari tugas dan tanggung jawabnya. “Kita pahlawan jika berbuat lebih dari tugas. Tugasnya cuma lima dia buat seratus,” tuturnya.

Nilai-nilai filosofis yang dimiliki Luwu dapat diterapkan saat ini untuk menjaga NKRI tetap utuh. “Kalau mau negeri ini baik hadirkan kedamaian dan keadilan. Pesan-pesan tersebut hadir di filosofi kebenaran Luwu. Kalau mau maju hadirkan kenyataan tersebut,” pungkas SYL, panggilan akrabnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fadel Muhammad Perkirakan Potensi Bisnis Indonesia-Iran Capai USD 2-3 Miliar

Anggota DPR Dari Golkar Ini Minta Anak Muda Tak Lagi Bercita-cita Jadi PNS

Politisi Golkar Ini Sukses Naikkan Reputasi Gorontalo Semasa Jabat Gubernur