Di Masa Pemerintahan Kaswadi Razak, Pertumbuhan Ekonomi Soppeng Naik 3%
Bupati Soppeng Kaswadi Razak menyatakan pihaknya akan menindak tegas pejabat yang ingin dilayani oleh masyarakat. Alasannya karena pejabat adalah pelayan. Pernyataan Kaswadi tersebut disampaikan saat malam pergantian tahun baru 2018, dalam deklarasi Gerakan Mappadeceng (Gema) Soppeng.
Menurut Kaswadi Razak, Gerakan Mappadeceng merupakan program strategis dan kegiatan yang berlatar belakang masih adanya masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. "Masyarakat miskin akan kami gerakkan untuk mencapai kehidupan yang layak dan lebih baik,” ujarnya.
Kaswadi juga berharap masyarakat tidak ada yang merasa dilupakan oleh Pemda Kabupaten Soppeng. Olehnya itu dia memerintahkan seluruh jajarannya untuk tidak bermain-main dengan jabatannya. “Kita semua adalah pejabat untuk melayani masyarakat, bukan untuk dilayani masyarakat, kalau ada pejabat yang selalu mau dilayani maka akan ditindak tegas,” lanjutnya.
Ketua Golkar Soppeng ini juga menambahkan, selama menjadi Bupati, tantangan dan hambatan selalu datang menghampiri namun tidak menghalangi niat untuk melaksanakan pembangunan Kabupaten Soppeng demi mewujudkan pemerintahan yang melayani dengan lebih baik.
“Terbukti selama pemerintahan kami perekonomian telah meningkat secara signifikan dari 5,1% menjadi 8,2 % atau naik 3 %,” jelas Kaswadi Razak.
Kaswadi mengemukakan, bank dan lembaga keuangan lain siap memberikan kredit usaha kecil tanpa syarat yang menyulitkan masyarakat yang ingin mengembangkan usaha. “Kami selaku Pemerintah Daerah akan menjadi fasilitator perolehan kredit mikro bagi usaha kecil tersebut,” jelasnya.
Kaswadi menambahkan Pemkab Soppeng tahun ini telah membangun jalan lingkar (jalan rintis) dan akan diaspal tahun 2018. Pembangunan jalan baru itu untuk mempermudah akses menuju ke Kawasan Wisata Alam (KWA) Lejja.
Sekda Kabupaten Soppeng Andi Tenrisessu dalam laporannya mengatakan, Gema Soppeng adalah gerakan yang lahir dari kegelisahan dan optimisme terhadap pengentasan kemiskinan di masyarakat Kabupaten Soppeng.
“Walaupun kemiskinan di kabupaten tidaklah parah dibanding dengan daerah-daerah lain akan tetapi kegelisahan dan wujud keinginan untuk mempercepat derajat kesejahteraan masyarakat yang merata dan lebih baik di kabupaten Soppeng,” kata Tenrisessu, Minggu (31/12) malam di Watansoppeng.
Sekda menambahkan berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Soppeng, jumlah angka kemiskinan tahun 2016 di Kabupaten Soppeng sebanyak 8,45% dari total jumlah penduduk daerah berjuluk Bumi Latemmamala itu.
Gema Soppeng tahun 2018 ditandatangani oleh Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak, Wakil Bupati Soppeng Supriansah, bersama para pimpinan Forkopimda serta seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Soppeng.
Sumber: Bakubae.com

Komentar
Posting Komentar