Wow! Wapres JK Bilang, Trump Penambah Keruwetan Timur Tengah!


Presiden AS Donald Trump memutuskan kantor kedutaan Amerika Serikat di Israel dari Tel Aviv ke Yerussalem. Keputusan tersebut memicu kontroversi di seluruh dunia, ditentang negara-negara Arab dan Uni Eropa. Indonesia termasuk negara yang menentang rencana Trump, karena keputusan tersebut membuat politik timur tengah semakin ruwet.

Wapres JK memberikan pernyataan tegas, Indonesia berposisi menolak ide Presiden Donald Trump. Apalagi, Yerusalem menjadi bagian dari pengawasan seluruh komunitas internasional.

’’Kami menolak keputusan Presiden Donald Trump. Indonesia berposisi agar Amerika Serikat tidak memindahkan kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem,’’ kata Wapres JK di kantornya, Rabu (7/12/2017).

Sampai hari ini, Yerusalem masih berada dalam posisi diperebutkan sebagai ibukota oleh Otoritas Nasional Palestina dan Pemerintah Negara Israel. Otoritas Nasional Palestina berjuang sangat lama menjadikan Yerusalem menjadi ibu kota negaranya suatu hari nanti.

Sementara Israel terus bersikeras bahwa Yerusalem merupakan ibu kota abadi mereka sesuai dengan yang mereka yakini dalam agama. Walaupun saat ini Pemerintah Israel berkantor di Tel Aviv, konstitusi mereka menetapkan Yerusalem sebagai ibukota, sehingga parlemen Israel (Knesset) berkantor di Yerusalem.

Wapres JK menambahkan lebih lanjut, Presiden Trump mengambil resiko terlalu besar kalau tetap ngotot memindahkan kantor perwakilan negara AS ke Yerusalem. Situasi politik bisa makin memanas karena dinamika Timur Tengah sudah sangat berubah sejak perubahan politik Musim Semi Arab (Arab Spring).

’’Politik Timur Tengah yang sudah ruwet sejak Arab Spring, ancaman teror ISIS-Daesh, bisa tambah makin ruwet. Peran AS sebagai mediator konflik Timur Tengah selama ini akan semakin sulit berjalan,’’ terang Wapres JK.

Apalagi ditambah dengan realita hingga hari ini, suara komunitas internasional masih belum satu tentang konflik Israel-Palestina. Yang tidak mengakui kedaulatan Israel atas seluruh kota Yerusalem sangat banyak. Bahkan UNESCO mengeluarkan resolusi yang mengecam pendudukan Israel atas Yerusalem.

Itulah sebabnya, menurut Wapres JK, klaim kepemilikan kota suci tersebut yang memiliki situs bersejarah dari tiga agama, kompleks Al Aqsa milik umat Islam, Gereja Makam Suci milik umat Kristen dan kompleks Tembok Ratapan milik umat Yahudi, tidak bisa dilakukan sepihak saja.

Sumber: Bakubae.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fadel Muhammad Perkirakan Potensi Bisnis Indonesia-Iran Capai USD 2-3 Miliar

Anggota DPR Dari Golkar Ini Minta Anak Muda Tak Lagi Bercita-cita Jadi PNS

Politisi Golkar Ini Sukses Naikkan Reputasi Gorontalo Semasa Jabat Gubernur