Wow! Kata Wapres JK, Kota Cerdas Harus Solutif Dan Efisien


Wapres JK menekankan kembali bahwa kota yang layak dianggap sebagai kota cerdas (Smart City) tak harus selalu diukur dengan tampilan layar monitor yang berada di sebuah ruang komando operasi khusus, misalnya di salah satu gedung walikota atau kantor gubernur. Menurut Wapres JK, kota menjadi cerdas ketika mampu menyelesaikan masalah yang terekam dalam sistem berteknologi cerdas.

“Jika saya ditanya mengenai kota cerdas, artinya adalah sebuah kota yang dikelola dengan baik dengan dibantu teknologi informasi, kecerdasan buatan dan teknologi tinggi lainnya,” kata Wapres JK dalam pidato sambutannya ketika memberi penghargaan kepada 15 kota terbaik, di Istana Merdeka, Jakarta pada hari Senin (11/12/2017).

Wapres JK menyatakan bahwa yang terpenting pemerintah daerah harus melihat bagaimana caranya mewujudkan sebuah kelayakan huni (livelihood) sebuah kota. Misalkan bagaimana mewujudkan kota hijau dengan banyak menambah ruang terbuka hijau. “Jangan visinya kota hijau tapi isinya mal semua, apalagi sekarang mal banyak mengalami masalah,” kata Wapres JK.

Wapres dalam pidato sambutannya juga menambahkan bahwa pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan kota, terutama dalam hal pelayanan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga, harus ditingkatkan untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dalam pengelolaan kota. Wapres Jusuf Kalla memberikan contoh bagaimana pengelolaan sampah dilakukan secara cerdas dan efisien.

“Bagaimana pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan kota, saya kira itulah yang paling penting. Misalnya, bagaimana mewujudkan suatu kota yang bersih. Saya sering sampaikan apabila bertemu dengan walikota, mari kita semua menggunakan cara lebih cerdas dalam hal pengelolaan, pemakaian sarana prasarana kebersihan kota dan tentu saja cara yang lebih efisien,” katanya.

Penghargaan Kota Terbaik ini merupakan hasil dari rangkaian kegiatan survei dan kajian kesiapan kota cerdas terhadap 93 kota di seluruh Indonesia dan digelar oleh Institut Teknologi Bandung (ITB). Wapres JK sebelumnya telah membuka rangkaian kegiatan ini pada 4 Mei 2017 silam.

Kota-kota yang mendapat penghargaan sebagai kota cerdas antara lain; Bandung, Bekasi, Tangerang Selatan, Surabaya, Semarang; Kota Sedang: Yogyakarta, Kediri, Denpasar, Binjai, Manado; Kota Kecil: Sawahlunto, Bukittinggi, Magelang, Bontang dan Tual.

Sumber: Bakubae.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fadel Muhammad Perkirakan Potensi Bisnis Indonesia-Iran Capai USD 2-3 Miliar

Anggota DPR Dari Golkar Ini Minta Anak Muda Tak Lagi Bercita-cita Jadi PNS

Politisi Golkar Ini Sukses Naikkan Reputasi Gorontalo Semasa Jabat Gubernur