Melalui Wapres JK, Afganistan Berharap Indonesia Membantu Proses Perdamaian
Indonesia pada prinsipnya siap membantu proses perdamaian Afganistan. “Indonesia siap membantu sebagaimana kami sampaikan pada saat pertemuan dengan High Peace Council (HPC),” ucap Wapres JK dalam pertemuan dengan Wapres Kedua Afganistan Mohammad Sarwar Danesh di Istana Wapres Jakarta, Kamis (14/12/2017).
Wapres JK menyatakan bahwa kunjungan Presiden, Ibu Negara dan Ketua Dewan Perdamaian Agung Afganistan pada tahun ini sangat penting bagi Indonesia, dan menyampaikan rasa terima kasih kepada delegasi Afganistan yang telah hadir dalam acara Asia Pacific Leaders Forum (APLF) on Open Government.
Wapres JK sempat menceritakan situasi Indonesia dengan keberagaman agama, etnis dan budaya namun memiliki kerukunan sosial. Di Indonesia terdapat lebih dari 300 suku bangsa dan bahasa. Bahkan bahasa persatuan Indonesia pertama kalinya hanya digunakan di kelompok kecil dan mayoritas muslim (88%).
Sementara itu, Wapres Sarwar Danesh berterima kasih atas penerimaan Wapres JK dan menyampaikan salam dari Presiden Afganistan. “Meskipun letak geografis dua negara ini berjauhan, namun kami menaruh hormat kepada rakyat Indonesia dan merasa dekat di hati. Dan kami akan menyambut Wapres Indonesia di Kabul,” kata Wapres Sarwar Danesh.
Wapres Sarwar Danesh juga memuji keberadaan motto Bhinneka Tunggal Ika dalam Pancasila yang diakuinya merupakan pesan penting bagi seluruh negara, termasuk Afganistan di mana masalah utama bangsa Afgan adalah sikap toleransi antara berbagai pemeluk agama dan etnis. Dan beliau akan menjadikan Indonesia sebagai contoh bagaimana mengelola keragaman.
“Sebagaimana Nabi Muhammad telah memberi contoh melalui Piagam Madinah yang menyatukan berbagai suku dan agama dengan hak yang sama. Ajaran Islam yang menghormati HAM tersebut telah dirusak oleh radikalisme dan kami terkena dampaknya hingga hari ini,” ujar Wapres Sarwar.
Afganistan yang menghadapi perang selama hampir 40 tahun menghadapi radikalisme dan terorisme tengah menjalankan kebijakan politik dengan mengedepankan perdamaian dan mengajak semua kelompok untuk melakukan dialog sebagai satu-satunya solusi bersama.
Wapres Sarwar Danesh menjelaskan, ada tiga poin dari Indonesia yang diharapkan dalam memediasi perdamaian, pertama pengaruh Indonesia sebagai negara Islam terbesar. Kedua, peningkatan kapasitas pegawai negeri dan polisi, dan percepatan pemberian beasiswa. Ketiga, peningkatan perdagangan dan investasi Indonesia dan Afganistan.
Wapres Sarwar Danesh mengatakan Indonesia dapat memanfaatkan lokasi strategis Afganistan sebagai jembatan perdagangan ke Asia Tengah, Asia Selatan dan Timur Tengah. “Hubungan di bidang politik sangat baik, namun hubungan perdagangan masih bisa ditingkatkan,” tegasnya.
Sumber: Bakubae.com

Komentar
Posting Komentar